Mitos atau Fakta : Mandi Malam Hari Menyebabkan Rematik?
Kalau dari dulu kita sering dengar, “Jangan mandi malam-malam, nanti kena rematik!” mungkin sebagian dari kita langsung percaya begitu saja. Apalagi kalau habis mandi malam badan terasa dingin, kemudian lutut atau persendian terasa agak ngilu. Dari situ muncul anggapan bahwa mandi malam adalah biang keladinya. Tapi sebenarnya, apakah benar mandi malam bisa menyebabkan rematik? Atau jangan-jangan ini cuma mitos yang terus diwariskan dari orang tua ke anak? Nah, ternyata jawabannya tidak sesederhana itu.
Mitos atau fakta? Berdasarkan pengetahuan medis dan penelitian mengenai arthritis, mandi malam tidak terbukti secara langsung menyebabkan rematik. Rematik sendiri bukan satu jenis penyakit saja, dan beberapa jenis arthritis memiliki penyebab yang berbeda.
Mitos: mandi malam membuat seseorang otomatis terkena rematik. Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa kebiasaan mandi pada malam hari menjadi penyebab arthritis.
Fakta: suhu dingin memang bisa membuat sebagian orang yang sudah memiliki masalah persendian merasa lebih kaku atau nyeri. Namun, rasa tidak nyaman tersebut berbeda dengan menyebabkan penyakit rematik. Arthritis Foundation juga menjelaskan bahwa anggapan cuaca dingin secara langsung menyebabkan atau memicu arthritis tidak sepenuhnya didukung bukti ilmiah.
Mitos: kalau setelah mandi malam lutut terasa ngilu, berarti sudah terkena rematik. Padahal nyeri sendi bisa disebabkan banyak hal dan tidak otomatis berarti arthritis.
Fakta: bagi orang yang memang memiliki arthritis, kondisi dingin atau perubahan cuaca mungkin membuat tubuh terasa lebih tidak nyaman, meskipun hubungan langsung antara suhu dan nyeri sendi masih terus diteliti.
Yang menarik, tubuh kita ternyata cukup sensitif terhadap perubahan suhu. Saat terkena air dingin pada malam hari, tubuh dapat terasa lebih tegang dan persendian yang sebelumnya sudah bermasalah mungkin terasa semakin kaku. Jadi, pengalaman “habis mandi malam kok sendi terasa sakit” bisa saja benar-benar dirasakan seseorang, tetapi bukan berarti mandi malam menciptakan penyakit rematik dari nol. Penelitian tentang hubungan cuaca dan nyeri sendi juga menunjukkan hasil yang tidak selalu konsisten. Salah satu penelitian yang melibatkan lebih dari 2.600 peserta selama 15 bulan menemukan hubungan yang cukup kecil antara beberapa kondisi cuaca dan kejadian nyeri, sementara suhu sendiri tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Bahkan, kurang bergerak ketika tubuh kedinginan juga dapat membuat persendian terasa lebih kaku. Karena itu, menjaga tubuh tetap nyaman, aktif bergerak, dan tidak membiarkan tubuh kedinginan berlebihan bisa lebih masuk akal daripada sekadar takut mandi malam.
Jadi, mandi malam menyebabkan rematik? Jawabannya lebih tepat disebut mitos. Mandi malam bukan penyebab langsung penyakit rematik. Kalau setelah mandi malam tubuh terasa ngilu, bisa jadi tubuh sedang bereaksi terhadap dingin atau memang ada masalah persendian yang sudah ada sebelumnya. Jadi tidak perlu panik atau langsung pensiun dari ritual mandi malam—yang penting tetap jaga kondisi tubuh dan perhatikan kalau nyeri sendi berlangsung terus-menerus.