Mitos atau Fakta : Air Dingin atau Es Bikin Perut Buncit?
Pernah nggak sih, lagi haus terus minum air dingin atau es, tiba-tiba ada yang nyeletuk, “Jangan kebanyakan minum es, nanti perut buncit!” Kedengarannya seperti nasihat dari orang tua yang sudah turun-temurun, tapi sebenarnya benar nggak, sih? Banyak orang mengaitkan air dingin dengan lemak di perut karena setelah minum es, perut memang kadang terasa penuh atau “begah”. Padahal, rasa penuh sementara dan penumpukan lemak adalah dua hal yang berbeda. Jadi, sebelum menyalahkan es batu sebagai penyebab celana makin sempit, yuk kita bedah faktanya.
Mitos atau fakta? Air dingin bikin lemak menumpuk di perut — MITOS. Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa minum air dingin atau air dengan es secara langsung menyebabkan perut menjadi buncit. Lemak tubuh lebih berkaitan dengan keseimbangan energi dalam jangka panjang, terutama ketika asupan kalori secara konsisten lebih besar daripada energi yang digunakan tubuh.
Air es membuat tubuh menyimpan lemak — MITOS. Justru, penelitian menunjukkan tubuh membutuhkan sedikit energi untuk menyesuaikan suhu air dingin dengan suhu tubuh. Sebuah penelitian menemukan air yang didinginkan hingga sekitar 3°C menghasilkan peningkatan pengeluaran energi yang kecil selama sekitar satu jam, tetapi efeknya terlalu kecil untuk dianggap sebagai metode penurunan berat badan.
Minum air bisa meningkatkan pengeluaran energi — FAKTA, tetapi jangan salah kaprah. Penelitian lain menemukan konsumsi 500 ml air dapat meningkatkan pengeluaran energi dalam periode tertentu. Namun, efek tersebut bukan berarti minum air es bisa membakar lemak perut secara ajaib.
Perut terasa penuh setelah minum es berarti lemak bertambah — MITOS. Rasa penuh biasanya hanya berkaitan dengan volume cairan yang masuk ke lambung atau kondisi pencernaan saat itu, bukan berarti lemak langsung menumpuk.
Fakta menariknya, tubuh memang “bekerja” ketika kita minum air dingin. Air yang suhunya jauh lebih rendah dari suhu tubuh perlu dihangatkan terlebih dahulu. Secara teori, proses ini membutuhkan energi, tetapi jumlahnya sangat kecil. Jadi, kalau ada yang bilang minum air es bisa membuat tubuh membakar banyak kalori, jangan langsung percaya. Penelitian justru menunjukkan efek termal air dingin jauh lebih kecil dari yang sering dibayangkan. Yang lebih menarik lagi, yang menentukan perut buncit bukan suhu airnya, melainkan pola hidup secara keseluruhan. Misalnya, air putih dingin yang diminum setelah olahraga tentu berbeda ceritanya dengan minuman dingin berupa es teh manis, boba, soda, atau kopi dengan banyak gula dan krimer. Dalam kasus tersebut, masalahnya bukan “es”-nya, tetapi tambahan kalori dari minumannya. Jadi, minum air putih dingin sebenarnya jauh lebih masuk akal dibanding menggantinya dengan minuman manis tinggi kalori. Bahkan, menjadikan air putih sebagai pilihan minuman dapat membantu mengurangi asupan kalori dari minuman lain.
Kesimpulannya, air dingin atau es bukan penyebab langsung perut buncit. Jadi, kalau suka minum air dingin, nggak perlu langsung panik. Yang lebih penting adalah memperhatikan total makanan dan minuman yang dikonsumsi, aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup sehari-hari. Singkatnya: yang bikin buncit bukan es batunya, tapi kebiasaan makan dan minum secara keseluruhan.