Mitos atau Fakta : Minum susu pagi hari membuat sakit perut?
Pernah nggak, baru juga minum susu pagi-pagi, eh beberapa saat kemudian perut langsung “demo”? Mulai dari mulas, begah, bunyi keroncongan, sampai buru-buru cari toilet. Dari sini muncul anggapan kalau minum susu di pagi hari memang bikin sakit perut. Padahal, belum tentu juga, lho. Masalahnya bukan semata-mata karena waktunya pagi, tetapi bisa berkaitan dengan bagaimana tubuh seseorang mencerna kandungan susu, terutama laktosa. Jadi, kalau setiap pagi minum susu lalu perut bermasalah, jangan langsung menyalahkan jam sarapan.
Mitos atau fakta? Ada beberapa poin menarik yang perlu diluruskan. Pertama, “minum susu pagi hari pasti bikin sakit perut” adalah mitos. Tidak ada aturan ilmiah yang menyebut susu hanya boleh diminum pada waktu tertentu agar tidak menyebabkan sakit perut. Kedua, “susu memang bisa menyebabkan sakit perut pada orang tertentu” adalah fakta. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), orang yang mengalami intoleransi laktosa dapat mengalami kembung, gas, diare, mual, dan nyeri perut setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Ketiga, tidak semua orang yang sulit mencerna laktosa otomatis mengalami gejala. Penelitian menunjukkan kemampuan tubuh dalam menangani laktosa berbeda-beda pada setiap orang. Bahkan, banyak orang dengan intoleransi laktosa masih dapat mengonsumsi sejumlah laktosa tanpa mengalami keluhan berarti. Keempat, jumlah susu juga berpengaruh. NIDDK menyebut banyak orang dapat menoleransi sekitar 12 gram laktosa, kira-kira jumlah yang terdapat dalam satu cangkir susu, dengan gejala minimal atau bahkan tanpa gejala.
Fakta menariknya, yang bikin perut bermasalah sebenarnya bukan karena “susu bertemu perut kosong” secara otomatis, melainkan bisa karena tubuh kesulitan memproses laktosa. Laktosa merupakan gula alami dalam susu yang membutuhkan enzim laktase untuk dicerna. Jika jumlah laktase tidak cukup, sebagian laktosa yang tidak tercerna akan masuk ke usus besar dan kemudian diproses oleh bakteri sehingga menghasilkan gas dan cairan. Inilah yang pada sebagian orang dapat memicu perut kembung, mulas, atau diare. Uniknya lagi, sebuah tinjauan penelitian menemukan bahwa gejala yang dirasakan seseorang tidak selalu bisa dijadikan bukti pasti bahwa dirinya mengalami malabsorpsi laktosa. Artinya, merasa “nggak cocok susu” belum tentu sama dengan benar-benar intoleran terhadap laktosa. Kalau susu sering bikin tidak nyaman, mencoba porsi lebih kecil atau mengonsumsinya bersama makanan bisa menjadi salah satu cara melihat apakah tubuh lebih mudah menerimanya. Susu bebas laktosa juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang sensitif terhadap laktosa.
Jadi, minum susu pagi hari tidak otomatis membuat sakit perut. Kalau setelah minum susu kamu sering mengalami mulas, kembung, atau diare, kemungkinan ada faktor dari tubuhmu sendiri yang perlu diperhatikan, terutama toleransi terhadap laktosa. Intinya, bukan soal “pagi atau malam”, tetapi soal bagaimana tubuh merespons susu yang dikonsumsi.